“…aku hanya bermaksud (mendatangkan)
perbaikan selama aku masih sanggup.
Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah.
KepadaNya aku berserah diri, dan kepadaNya
pula aku akan kembali“
“(Q.S.Hud: 88)”
Sejarah adalah cerita tentang kehidupan dalam jumlah banyak. Sejarah bukanlah cerita tentang raja-raja atau pahlawan seperti yang biasa kita baca di buku-buku teks wajib di masa sekolah dasar. Begitu juga sejarah bukanlah sekadar tulisan tercetak yang hanya dapat kita jumpai pada buku-buku perpustakaan maupun ceramah di ruang kuliah. Sejarah pada dasarnya memengaruhi dan dipengaruhi manusia. Karena pada saat yang sama sejarah mempengaruhi kehidupan manusia pada saat itu pula sejarah juga dipengaruhi oleh manusia. Bedanya, bila sejarah masa lalu memengaruhi manusia sekarang maka manusia sekarang akan memengaruhi sejarah masa datang. Read the rest of this entry »


Pengarang : Bayu Gawtama
Puisi Taufik Ismail ini sungguh sangat menggelikan sekaligus menggetarkan dada saya ketika menyadari betapa mahasiswa ternyata menempati posisi terhormat dalam relasi kekuasaan. Walaupun pada awalnya menempati posisi terendah dalam rantai ”takut” (intern kampus) namun justru menempati posisi tertinggi dalam perpolitikan kenegaraan (ekstern kampus). Tak aneh banyak ”label” yang khusus disematkan kepada mahasiswa. Agent of change lah, agent of social, pilar kelima demokrasi, penggerak lokomotif perubahan dan lain-lainnya. Menambah heroik status kemahasiswaan. Walaupun ketika melihat kenyataan saat ini tak semua mahasiswa mengambil jalan itu, meski bisa. Saya berasumsi bahwa di zaman sekarang – reformasi – dunia kemahasiswan mempunyai momentum untuk bangkit.
Menyimak editorial Media Indonesia hari ini (2/3), tentang wacana perumusan RUU Kementerian Negara oleh DPR yang ditanggapi serius oleh pemerintah yakni menolak dengan tegas. Sebab tahu sendiri, RUU ini adalah bargaining politic DPR untuk menyetir presiden.


Komentar Terakhir