humasHari-hari ini, saya lagi gandrung nyari buku-buku humas (hubungan masyarakat). Sebagai humas BPKP NAD, referensi memang perlu. Tapi sejauh ini kerja humas hanya mantau kliping korannya bu Lela (orang umum) trus nenteng kamera, handycam buat jepret sama shoot sana-sini kalo ada acara. Paling-paling yang agak heroik ngisi content berita di bpkp.go.id. Yah… just like that.

Betapa tidak, sejak BPKP ngumumin visi terbarunya “ Auditor Intern pemerintah Yang proaktif Dan Terpercaya Dalam Mentransformasikan Manajemen Pemerintahan Menuju Pemerintahan Yang Baik dan Bersih”. di salah satu misinya, yakni misi kedua, meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah melalui program kehumasan hasil pengawasan”. Degh… langsung aja kukontak pak widhi (adminnya news bpkp.go.id). Dan ternyata, BPKP emang lagi serius ngegarap kehumasan kal istilah kerennya public relations… Bayangkan organisasi yang mengawal ratusan trilyunan uang negara (rakyat ding..) ini nggak punya manajemen public relations… PR hanya sebatas yang udah saya sebutin di atas.
Sebenernya pengen ketawa juga sih, sekarang jadi humas yang harus (nantinya) berhadapan dengan media. Padahal dulu, jaman di kampus kan jargonnya “pers mahasiswa, independen”… Sekarang… mana ada independen. Intinya mencitrakan organisasi sebaik-baiknya… bahkan kalo perlu dipoles biar keliatan baik…duh, maksa bener kadang-kadang.
Sebagai pengisi news content Kalo posting berita… (sudah rahasia di antara kita) haruslah yang mencitrakan yang baik-baik. Walaupun emang sih… bpkp instansi baik-baik.. (duh… mentang-mentang). Jadi adagium bad news is good news berlaku.. (maksudnya bad news gimana caranya biar jadi good news…)
Sebenernya ini paradigma yang kurang tepat, menurut saya PR itu tempat mengelola isu ttg organisasi. Menganalisa trus memetakan apa yang harus dilakukan organisasi dalam menghadapi (bahkan merekayasa) opini publik. Rekayasa disini maksudnya bukan manipulasi tapi engginering. Kal PR bisa melakukan ini, hasilnya luar biasa… liat saja keberhasilan Andi Mallaranggeng dkk mengella isu-isu kenegaraan, mendekatkan profil SBY dengan publik. Kita tahu kalo pemerintahan SBY banyak boroknya. Tapi dengan strategi kehumasan yang baik, publik bisa ditenangkan. Sehingga kalo pemerintahan tidak ada gangguan, kerja kan nggak ada gangguan…
Asyik juga pengalaman baru… (termasuk biar bisa jalan2 ke jakarta…ups bukan ini niatnya). Kalo dulu di kampus jadi wartawan kampus… yang bisa mengeksplorasi independensi secara luas… sekarang jadi humas, jadi pihak yang dependen, walaupun ada keuntungannya kita bisa berbuat banyak “dari dalam” bukan hanya teriak “dari luar”. Jadi PR, Siapa Takut…