Pengarang : Bayu Gawtama
Penerbit : Hikmah (Mizan Group)
Tahun : 2006
ISBN : 979-3714-88-3


Sebuah sekuel ditulis kembali oleh Bayu Gawtama setelah menulis buku “Berhenti Sejenak”, Bayu menulis buku ini untuk merunut kembali perjalanan waktu demi waktunya yang dimaknainya sebagai sebuah pembelajaran. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Mansur dalam pengantarnya bahwa belajar tidak mengenal batas, siapapun, di mana pun dan sampai kapan pun kita harus tetap melakukannya.

Bayu yang kesehariannya bergelut dengan dunia kewartawanan di eramuslim.com tampaknya menemukan makna pembelajaran dari sudut pandang fenomenologis. Melihat dari suatu kejadian yang merupakan paralel dengan kejadian lainnya. Tak heran buku ini merupakan pengalaman individual yang mampu bertutur secara universal.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian. Bagian pertama berjuluk Keluarga Cinta, Permata Surgawi kemudian dilanjutkan bagian kedua Menghirup Udara Kejujuran, bagian ketiga Tangan Malaikat, Keringat Nabi, bagian keempat Menghadirkan Tuhan dalam Kerja, kelima Butir-butir Mutiara Hikmah, dan bagian terakhir mengusung tema Kisah-kisah
Penghuni Langit.

Buku ini dimulai dengan bercerita tentang bagaimana belajar memaknai hidup melalui keluarga terutama ibu, sebagai tahapan pertama pembelajaran kehidupan manusia. Dan buku ini pun diakhiri dengan sebuah kata-kata manis “…Aih Kang Adi, bolehkah aku menjadi muridmu?”. Sebuah kata-kata agung yang menuntun kita untuk terus menerus menempatkan diri dalam posisi murid (pembelajar).

Agaknya membaca buku ini tak akan membuat dahi anda berkerut ataupun mata memerah, justru anda akan sering menghela napas panjang, mata meleleh, sambil bergumam “ternyata kehidupan memberi banyak pelajaran bagi yang mau belajar memaknainya”.

Mari ikat ilmu dengan membaca buku dan menuliskannya!