<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>fazlurrahman.web.id</title>
	<atom:link href="http://fazlurrahman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fazlurrahman.wordpress.com</link>
	<description>menulis abjad demi abjad dari rangkaian alfhabet sejarah kemanusiaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Apr 2010 01:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fazlurrahman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>fazlurrahman.web.id</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fazlurrahman.wordpress.com/osd.xml" title="fazlurrahman.web.id" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fazlurrahman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindah Blog</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2010/04/03/pindah-blog/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2010/04/03/pindah-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 01:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dengan ini diumumkan bahwa blog ini pindah ke http://fazlur.auditormuda.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=64&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="border:1px solid black;margin-top:1px;margin-bottom:1px;" src="http://www.yudhadharma.co.cc/wp-content/uploads/pindah-245x300.jpg" alt="" width="245" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dengan ini diumumkan bahwa blog ini pindah ke </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>http://fazlur.auditormuda.com</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=64&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2010/04/03/pindah-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.yudhadharma.co.cc/wp-content/uploads/pindah-245x300.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Kampus STAN Harus Digairahkan?</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/kenapa-kampus-stan-harus-digairahkan/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/kenapa-kampus-stan-harus-digairahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[“&#8230;aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. KepadaNya aku berserah diri, dan kepadaNya pula aku akan kembali“ &#8220;(Q.S.Hud: 88)&#8221; Sejarah adalah cerita tentang kehidupan dalam jumlah banyak. Sejarah bukanlah cerita tentang raja-raja atau pahlawan seperti yang biasa kita baca di buku-buku teks wajib di masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=56&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="DE">“&#8230;aku hanya bermaksud (mendatangkan) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="DE">perbaikan selama aku masih sanggup. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="DE">KepadaNya aku berserah diri, dan kepadaNya </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="DE">pula aku akan kembali“</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:34.4pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">&#8220;(Q.S.Hud: 88)&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Sejarah adalah cerita tentang kehidupan dalam jumlah banyak. </span><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Sejarah bukanlah ceri</span><span style="font-family:Arial;">ta tentang raja-raja atau pahlawan seperti yang biasa kita baca di buku-buku teks wajib di masa sekolah dasar. Begitu juga sejarah bukanlah sekadar tulisan tercetak yang hanya dapat kita jumpai pada buku-buku perpustakaan maupun ceramah di ruang kuliah. Sejarah pada dasarnya memengaruhi dan dipengaruhi manusia. Karena pada saat yang sama sejarah mempengaruhi kehidupan manusia pada saat itu pula sejarah juga dipengaruhi oleh manusia. Bedanya, bila sejarah masa lalu memengaruhi manusia sekarang maka manusia sekarang akan memengaruhi sejarah masa datang.<span id="more-56"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Ketika berbicara mengenai sejarah pergerakan mahasiswa, ingatan sejarah kita akan selalu mengacu bahwa berbagai perubahan yang terjadi di dunia ini <em>wa bil khusus </em>Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh mahasiswa (baca: kaum terpelajar). Mulai dari kebangkitan nasional (1908), sumpah pemuda (1928), kemerdekaan indonesia (1945), Orde baru (1965), Malari (1974) maupun reformasi (1998). Ini menandaskan bahwa mahasiswa yang notabene kaum terpelajar mau tidak mau, suka atau tidak suka mempunyai tempat yang terhormat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Perubahan-perubahan ini selalu dikaitkan dengan ciri mahasiswa yang selalu menonjol sebagai identitas kelompok masyarakat terpelajar ini. Empat ciri mahasiswa ini menurut Didin S. Damanhuri (<em>Menerobos Krisis</em>, 1985) adalah, <em>pertama</em> mahasiswa adalah kelompok orang muda. Karakteristik kelompok ini diwarnai oleh sifat pada umumnya selalu tidak puas terhadap lingkungannya di mana mereka menginginkan berbagai perubahan dengan cepat (dinamik) dan mendasar (radikal). Oleh karenanya gerakannya sering menunjukkan penentangan terhadap norma dan keadaan yang mapan (anti <em>establishment</em>) serta penguatan terhadap hal-hal yang mandeg (anti <em>status</em> <em>quo</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Kedua</span></em><span style="font-family:Arial;">, mahasiswa adalah kelompok yang menjalani sistem pendidikan tinggi. Karenanya napas dan sikap akademis akan memberi ciri kuat dalam gerak langkahnya. Sikap obyektif-rasional, kritis dan skeptis yang menjadi ciri keilmuan amat mempengaruhi pandangan-pandangannya dalam mengamati setiap setiap masalah. Mereka tidak akan begitu saja mengiyakan, meniadakan atau netral sebelum menelusurinya secara telaten dan masalah yang berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Ketiga</span></em><span style="font-family:Arial;">, mereka adalah kelompok yang relatif “independen”. Kelompok ini relatif belum punya keterikatan baik financial, birokratis maupun ideologis terhadap pihak manapun. Karenanya ciri-ciri spontan dan lugas dalam bersikap dan memberi pandangan amat kuat. Mereka hanya berkepentingan terhadap masa depan yang lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Keempat</span></em><span style="font-family:Arial;">, mereka adalah juga kelompok yang menjadi subsistem masyarakat secara keseluruhan baik secara lokal regional, nasional maupun mondial. Oleh karenanya dalam menatap konstalasi yang berkembang denga latar belakang kemudian, keilmuan dan keindependenannya mereka senantiasa menempatkan pada sudut pandang yang tidak mengulang kelompok masyarakat lainnya, tetapi berusaha mencari hal yang tidak sempat terlihat oleh kelompok yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Identitas ini menguatkan karakter dari mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan yang di setiap zamannya akan dituntut kontribusinya. Betapa dahsyat dan terhormatnya posisi yang disematkan kepada mahasiswa bahkan Hariman Siregar menyebutnya sebagai pilar kelima (<em>fifith estate</em>) demokrasi (<em>Gerakan Mahasiswa: Pilar Kelima Demokras</em>i).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;">Pesimisme dan Apatisme</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Namun kalau kita melihat konteks kemahasiswaan hari-hari ini, mungkin cerita heroik di atas tidak banyak kita dapatkan. Apalagi kemahasiswaan STAN yang notabene adalah perguruan tinggi kedinasan. Kalau kita melihat gejala pesimisme dan apastisme mahasiswa STAN semakin meningkat. Walaupun tidak ada penelitian/data yang resmi menyatakan hal tersebut, dapat dilihat dari antusiasme mahasiswa STAN terhadap isu-isu yang ditawarkan oleh elemen kampus dalam hal ini diwakili oleh BEM terasa belum mencakup sebagian besar mahasiswa STAN.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Gejala pesimisme dan apatisme mahasiswa STAN dipengaruhi banyak faktor, di antaranya faktor intern dan faktor ekstern kampus. </span><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Faktor intern, <em>pertama, </em>masalah akademis. Sebenarnya masalah akademis adalah masalah klasik dimana di kampus STAN ketatnya tuntutan akademis menuntut mahasiswa untuk mengesampingkan hal-hal di luar urusan akademis, termasuk aktivitas kemahasiswaan. <em>Kedua</em>, pola pikir PNS. Pola pikir yang mengedepankan <em>nrima ing pandum</em> (pasrah terhadap keadaan) masih banyak dianut oleh mahasiswa STAN. Yang penting kuliah, lulus jadi PNS, terserah apapun yang terjadi akan diterima dengan penuh kesabaran. <em>Ketiga</em>, Birokrasi STAN, yakni masih ada anggapan dari lembaga STAN, bahwa mahasiswa STAN adalah calon-calon PNS yang mana menjadi sub ordinat (pola atasan – bawahan) dari lembaga STAN sehingga dapat diatur layaknya bawahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Selain itu pesimisme dan apatisme kemahasiswaan STAN juga dipengaruhi oleh faktor ekstern, yakni <em>pertama,</em> kondisi kemahasiswan secara nasional sedang mengalami kelesuan. <em>Kedua</em>, hedonisme yang melanda hampir di semua kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa jadi enggan turut dalam isu-isu kemahasiswaan dikarenakan repot dan tidak akan mendapatkan imbalan berupa materi ketika menjadi aktivis mahasiswa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Saya hanya ingin menyadur cerita dari pidato pengukuhan guru besar Amien Rais yang berasal dari buku <em>Power and Powerles</em>s bahwa ilmuwan politik Amerika, John Gaventa pernah mengadakan penelitian di lembah pegunungan Appalachia Tengah, AS. Daerah ini sebenarnya kaya batubara yang diproduksi dan dieksploitasi oleh perusahaan tambang raksasa. Tetapi menurut perkiraan, penduduknya miskin sekali. Sekitar 70 % hidup di bawah garis kemiskinan. Dan 30 % menganggur. Tak ayal lagi, Appalachia menjadi kantung kemiskinan di negara adidaya dan kapitalis ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Di daerah ini, Gaventa meneliti konflik kepentingan perusahaan tambang dengan hak-hak warga yang diabaikan. Seorang Pak Tua, seorang pensiunan pekerja tambang diwawancarai. Gaventa ingin menyadarkan Pak Tua tersebut akan hak-haknya yang direbut paksa oleh perusahaan tambang ini. Termasuk ”ketidakadilan” yang terjadi. Perusahaan ini ternyata telah mengubah kampung Pak Tua ini menjadi bopeng carut marut dan hanya dikenai pajak rendah. Sedangkan Pak Tua turut menjadi korban karena menderita penyakit paru-paru akibat pekerjaannya di tambang sedang tidak mendapat kompensasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Gaventa mengajak Pak Tua untuk memperjuangkan haknya menuntut perusahaan kaya-raya dari London itu. Namun, Pak Tua terdiam saja. Dalam hatinya mungkin bergumam ”saya lebih tahu banyak dari anda tentang ketimpangan dan ketidakadilan dan saya lebih mengalaminya”. Karenanya Pak Tua tak bergeming dengan ajakan pemberdayaan oleh Gaventa. Pak Tua tak mau menyambut ajakan Gaventa. Entah karena takut atau bahkan sudah tak peduli lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Bukan main kepalang heran Gaventa bahwa di negeri adidaya Amerika Serikat – yang menganut kebebasan demokrasi – masih ada orang yang tidak mau memperjuangkan haknya. Mengapa organisasi-organisasi aktivis di sekitarnya yang dahulu dikenal aktif memperjuangkan idealisme sekarang menjadi pasif dan menerima status quo ? Mengapa masyarakat walaupun didzalimi, disakiti ataupun diinjak-injak keadilannya tidak melawan ataupun memberontak ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Dari sini muncul sebuah adagium <em>Powerlessness tends to corrupt and absolute powerlessness tends corrupts absolutely </em>sebagai bentuk modifikasi dari ucapan Lord Acton, <em>Power tends to corrupt and absolute power tends corrupts absolutely</em> (Amien Rais : Kuasa, Tuna Kuasa dan Demokratisasi Kekuasaan). Bahwa penyelewengan oleh penguasa tak hanya terjadi ketika penguasa berlaku otoriter namun juga terjadi ketika rakyat (masyarakat) – sebagai obyek kekuasaan – tidak tergerak untuk melakukan perlawanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Peran Strategis dan Sinergi, Kenapa tidak?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Melihat kenyataan-kenyataan di atasSinergi yang perlu dibangun adalah antara BEM, lembaga STAN dan mahasiswa pada umumnya. Sinergi ini dilakukan dengan menyeimbangkan antara kebutuhan <em>(need)</em> maupun keinginan (<em>want</em>). Artinya perlu dilakukan analisis mengenai kebutuhan dan keinginan dari masing-masing pihak. BEM sebagai eksekutif mahasiswa tentu harus punya visi menjadikan BEM sebagai pemerintahan mahasiswa yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat kampus STAN, selain itu BEM juga harus berperan aktif dalam proses transformasi kampus STAN menuju masyarakat kampus yang berakhlak, berintegritas, berbudaya, dan mengedepankan intelektualitas. Namun BEM perlu bersinergi dengan<span> </span>mahasiswa, dalam artian aspirasi mahasiswa STAN tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan BEM. </span><span style="font-family:Arial;">Karena BEM ada, tidak lain dan tidak bukan juga karena ada mahasiswa. Dan <em>stakeholder</em> utama BEM adalah mahasiswa. Kemudian ketika BEM dan mahasiswa dapat bersinergi dengan baik, tahapan selanjutnya adalah bersinergi dengan lembaga STAN. Ini menjadi penting karena lembaga STAN adalah institusi formal yang mempunyai kewenangan terhadap apa-apa yang dilakukan STAN termasuk oleh mahasiswanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Di sisi inilah kenapa kampus STAN perlu digairahkan. Kenyataan hari ini, ketika kita membiarkan pesimisme dan apatisme semakin menggejala secara luas pada mahasiswa, lambat laun BEM STAN tak ubahnya seperti <em>event organizer</em> saja yang hanya berkutat pada kegiatan-kegiatan yang tidak mempunyai arah dan tujuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Menyangkut masa depan kampus STAN, kita tidak perlu takut menggelar pertukaran pikiran secara lugas dan tajam. </span><span style="font-family:Arial;" lang="DE">Yang kita pertaruhkan adalah masa depan generasi muda kita yang rata-rata mulai pesimis melihat masa depan. Bila pesimisme itu sampai berubah menjadi apatisme, masih bisakah kita melihat masa depan kita dengan kepala tegak dan yakin diri?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;" lang="DE">ditulis sebagai syarat pencalonan PRESMA STAN 2009<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=56&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/kenapa-kampus-stan-harus-digairahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Misi Presma STAN 2009</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/visi-misi-presma-stan-2009/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/visi-misi-presma-stan-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Presma 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Perkenankan kami memperkenalkan diri, kami &#8220;MANIS&#8221; (Maman-Wisnu) berniat maju dalam pencalonan Presma dan Wapresma STAN 2009 dalam PEMIRA. Kami mengusung jargon &#8220;STAN untuk Semua&#8221;. Berikut visi misi yang kami usung : &#8220;Mewujudkan pemerintahan mahasiswa yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat kampus STAN, serta berperan aktif dalam proses transformasi kampus STAN menuju masyarakat kampus yang berakhlak, berintegritas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=52&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenankan kami memperkenalkan diri,</p>
<p><strong>kami &#8220;MANIS&#8221; (Maman-Wisnu) berniat maju dalam pencalonan Presma dan Wapresma STAN 2009 dalam PEMIRA. Kami mengusung jargon &#8220;STAN untuk Semua&#8221;. </strong></p>
<p>Berikut visi misi yang kami usung :</p>
<blockquote><p>&#8220;Mewujudkan pemerintahan mahasiswa yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat kampus STAN, serta berperan aktif dalam proses transformasi kampus STAN menuju masyarakat kampus yang berakhlak, berintegritas, berbudaya, dan mengedepankan intelektualitas&#8221;</p></blockquote>
<p>Visi ini kami jabarkan dalam beberapa misi :</p>
<p><strong>INTERN KAMPUS: </strong></p>
<p>1)	Membangun pemerintahan mahasiswa yang bersih dan berwibawa, memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat kampus dan perkembangan mutakhir teknologi. serta pembenahan dan pembangunan kelembagaan kemahasiswaan yang baik dan kuat dengan didukung oleh pengurus yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi.</p>
<p>2)	Mengembangkan kebijakan kemahasiswaan yang sehat dan berkelanjutan serta mengelola kekayaan kemahasiswaan secara hati-hati (prudent), bertanggungjawab, dan transparan.</p>
<p>3)	Mengembangkan masyarakat kampus yang berakhlak, berbudaya dan mengedepankan intelektualitas.</p>
<p>4)	Meningkatkan kepercayaan publik dengan pengkomunikasian hasil kinerja</p>
<p>5)	Membangun sinergi aktif dengan semua elemen kampus dan lembaga STAN.</p>
<p><strong>EKSTERN KAMPUS:</strong></p>
<p>1)	Berperan serta dalam mengokohkan eksistensi sekolah tinggi kedinasan pada sistem pendidikan nasional.</p>
<p>2)	Turut berperan aktif mengatasi masalah-masalah bangsa serta secara proaktif senantiasa mengambil peran strategis dalam upaya membangun bangsa dalam kerangka konstitusi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=52&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2009/02/15/visi-misi-presma-stan-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Back to Blog</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/09/11/back-to-blog/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/09/11/back-to-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 04:23:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/09/11/back-to-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230; domain fazlurrahman.web.id kudapatkan kembali&#8230; semangat ngeblog lagi neh&#8230; sekarang sedang mempersiapkan blog baru&#8230; stock lama kemasan baru&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=50&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya&#8230; domain <a href="http://fazlurrahman.web.id">fazlurrahman.web.id</a> kudapatkan kembali&#8230; semangat ngeblog lagi neh&#8230; sekarang sedang mempersiapkan blog baru&#8230; <em>stock lama kemasan baru</em>&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=50&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/09/11/back-to-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susahnya Posting</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/05/09/susahnya-posting/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/05/09/susahnya-posting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 11:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/05/09/susahnya-posting/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata susah sekali posting&#8230; karena harus merangkai sejarah/peristiwa/ide dan sebagainya dalam bentuk kata dan makna&#8230;. Huh.. Susahnya.. posting<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=48&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata susah sekali posting&#8230; karena harus merangkai sejarah/peristiwa/ide dan sebagainya dalam bentuk kata dan makna&#8230;. Huh.. Susahnya.. posting</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=48&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/05/09/susahnya-posting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pegawai Favorit Dengan Pelayanan Prima</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/28/pegawai-dengan-pelayanan-prima/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/28/pegawai-dengan-pelayanan-prima/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 10:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/28/pegawai-dengan-pelayanan-prima/</guid>
		<description><![CDATA[Entah mimpi apa, tiba-tiba waktu ikut Pelatihan Pelayanan Prima &#8220;Melayani Dengan Hati&#8221; (22-24 Maret) waktu acara outing di Saree, Aceh Besar diadain pemilihan pegawai favorit dengan pelayanan prima di kantor Perwakilan BPKP NAD. Deg&#8230;deg&#8230;deg semua pegawai yang ikut pelatihan plus para Kabid ama Kepala Perwakilan dikasih kertas kecil untuk ditulis nama pegawai favorit dengan pelayanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=43&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/pegawai-teladan.jpg?w=346&#038;h=209" alt="pegawai teladan" align="left" height="209" hspace="2" vspace="2" width="346" /></p>
<p>Entah mimpi apa, tiba-tiba waktu ikut Pelatihan Pelayanan Prima &#8220;Melayani Dengan Hati&#8221; (22-24 Maret) waktu acara outing di Saree, Aceh Besar diadain pemilihan pegawai favorit dengan pelayanan prima di kantor Perwakilan BPKP NAD.</p>
<p><span id="more-43"></span> Deg&#8230;deg&#8230;deg semua pegawai yang ikut pelatihan plus para Kabid ama Kepala Perwakilan dikasih kertas kecil untuk ditulis nama pegawai favorit dengan pelayanan prima. Syaratnya nggak boleh nulis nama sendiri. Waktu dibacakan, peringkat ketiga, Pak Mudzakir, Ak kebetulan beliau Kasubbag propel (atasan langsungku&#8230;). Trus, peringkat kedua, Bu Rosmawati, Sekretaris Kepala Perwakilan. Dan waktu disebut juara pertama, Fazlurrahman&#8230; degh, nggak ngira&#8230; ternyata aku dapat 8 poin.</p>
<p>Makanya ditempelin 8 kartu yang udah diaksih selotip, wah nggak nyangka bagiku, secara masih ajun baru penempatan 7 bulan di bumi serambi mekah ini udah kepilih sebagai pegawai dengan pelayanan prima..</p>
<p>Semoga, bukan menjadikanku takabur, sombong dan berbangga diri. Semoga mampu menjadikan sebagai pelecut semangat untuk terus&#8230;terus&#8230;terus dan terus berkarya dan berkarya bagi perbaikan negeri ini melalui BPKP. Amin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=43&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/28/pegawai-dengan-pelayanan-prima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/pegawai-teladan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pegawai teladan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humor Ala Koruptor-Pejabat Indonesia Nggak Mau Disuap (2)</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/22/humor-ala-koruptor-pejabat-indonesia-nggak-mau-disuap-2/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/22/humor-ala-koruptor-pejabat-indonesia-nggak-mau-disuap-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 01:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/22/humor-ala-koruptor-pejabat-indonesia-nggak-mau-disuap-2/</guid>
		<description><![CDATA[Saat peresmian penambangan emas Freeport, Papua. Seorang pejabat tinggi Negara dari Jakarta mendapat undangan meresmikan dan memberi sambutan. Setelah acara sambutan selesai, pejabat tinggi negara tersebut diajak berkeliling melihat proses penambangan dari bijih emas sampai dengan pengolahannya. Dari bahan mentah sampai barang jadi berupa perhiasan emas yang berkilauan. Saat mendampingi pejabat tinggi negara ini , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=40&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/rat8-pejabat-nggak-mau-disuap.jpg?w=490" align="left" border="2" hspace="2" vspace="2" /></p>
<p>Saat peresmian penambangan emas Freeport, Papua. Seorang pejabat tinggi Negara dari Jakarta mendapat undangan meresmikan dan memberi sambutan.<br />
Setelah acara sambutan selesai, pejabat tinggi negara tersebut diajak berkeliling melihat proses penambangan dari bijih emas sampai dengan pengolahannya. Dari bahan mentah sampai barang jadi berupa perhiasan emas yang berkilauan.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Saat mendampingi pejabat tinggi negara ini , sang pemilik pabrik berkata:<br />
&#8220;Emas jenis terbaru ini kami berikan sebagai hadiah kepada Bapak&#8221;.<br />
Lalu sang pejabat berkata:<br />
&#8220;Oh, saya tidak bisa menerimanya. Nanti saya dikira menerima suap&#8221;.<br />
&#8220;Kalau begitu saya jual seharga Rp.500,-&#8221; per gramnya.<br />
Lalu sang pejabat berkata:<br />
&#8220;Ok, kalau begitu saya beli sepuluh kilogram&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=40&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/22/humor-ala-koruptor-pejabat-indonesia-nggak-mau-disuap-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/rat8-pejabat-nggak-mau-disuap.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Humor Ala Koruptor &#8211; Korupsi di Dunia (1)</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/21/humor-ala-koruptor-korupsi-di-dunia-1/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/21/humor-ala-koruptor-korupsi-di-dunia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2007 05:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/21/humor-ala-koruptor-korupsi-di-dunia-1/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, presiden Indonesia yang sedang getol memberantas korupsi di segala bidang bermimpi, dalam mimpinya dia ditemui oleh kakek tua berbaju putih yang berkata, “Hai anakku, bagaimana dengan korupsi di negaramu?”. Dengan sangat cekatan sang presiden ini menjelaskan dengan sangat diplomatis layaknya di konferensi pers, “kakek, pemberantasan korupsi di indonesia pada masa pemerintahan saya telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=38&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/corruptor-mouse.jpg?w=490" align="left" border="2" hspace="2" vspace="2" /></p>
<p>Suatu malam, presiden Indonesia yang sedang getol memberantas korupsi di segala bidang bermimpi, dalam mimpinya dia ditemui oleh kakek tua berbaju putih yang berkata, “Hai anakku, bagaimana dengan korupsi di negaramu?”. Dengan sangat cekatan sang presiden ini menjelaskan dengan sangat diplomatis layaknya di konferensi pers, “kakek, pemberantasan korupsi di indonesia pada masa pemerintahan saya telah mencapai angka yang relevan dan signifikan” jawabnya dengan penuh bangga. “Ooo begitu ya…, mari ikut saya” balas si Kakek tua.</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Akhirnya si kakek tua ini mengajak berkeliling presiden indonesia ini ke sebuah tempat. Ternyata di sana ada banyak sekali indikator tingkat korupsi di seluruh dunia dalam bentuk jam pasir yang mewakili tiap negara, dan si Kakek tua itu menjelaskan satu per satu</p>
<p>&#8220;Lihatlah ini juga, ini indikator milik Amerika Serikat, jam pasirnya bergerak lambat, artinya ada korupsi tetapi rakyatnya masih makmur,&#8221; tambah Kakek tua..<br />
&#8220;Ooh ya ya..,&#8221; presiden indonesia mengangguk</p>
<p>&#8220;Lihatlah ini adalah indikator negara Brunei Darussalam, jam pasirnya bergerak sangat lambat, ini menunjukkan hampir tidak ada korupsi sama sekali sehingga rakyatnya makmur sekali,&#8221; kata Kakek tua</p>
<p>&#8220;Ooh begitu..,&#8221; presiden Indonesia kembali menjawab</p>
<p>Mereka berkeliling melihat jam korupsi di seluruh dunia, sampai akhirnya presiden indonesia itu bingung dan bertanya, &#8220;Koq sampai sekarang saya tidak melihat jam milik Indonesia? Berarti di Indonesia tidak ada korupsi sama sekali? Betul kan Kakek tua apa yang saya bilang. Hebat juga, pemimpin negara di Indonesia memang saleh!&#8221; </p>
<p>Kakek tua inipun dengan kesal menjawab, &#8220;Dasar orang indonesia, jam buat indikator aja diembat…”</p>
<p>Karena saking shocknya, presiden Indonesia pun sampai terbangun, “Oh… untung cuma mimpi…”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=38&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/21/humor-ala-koruptor-korupsi-di-dunia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/corruptor-mouse.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>School Of Life</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/18/school-of-life/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/18/school-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2007 14:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/18/school-of-life/</guid>
		<description><![CDATA[Pengarang : Bayu Gawtama Penerbit : Hikmah (Mizan Group) Tahun : 2006 ISBN : 979-3714-88-3 Sebuah sekuel ditulis kembali oleh Bayu Gawtama setelah menulis buku &#8220;Berhenti Sejenak&#8221;, Bayu menulis buku ini untuk merunut kembali perjalanan waktu demi waktunya yang dimaknainya sebagai sebuah pembelajaran. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Mansur dalam pengantarnya bahwa belajar tidak mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=37&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="postbody"><img src="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/school-of-life.jpg?w=490" align="left" border="2" hspace="2" vspace="2" />Pengarang : Bayu Gawtama<br />
Penerbit : Hikmah (Mizan Group)<br />
Tahun : 2006<br />
ISBN : 979-3714-88-3<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><br />
Sebuah sekuel ditulis kembali oleh Bayu Gawtama setelah menulis buku &#8220;Berhenti Sejenak&#8221;, Bayu menulis buku ini untuk merunut kembali perjalanan waktu demi waktunya yang dimaknainya sebagai sebuah pembelajaran. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Mansur dalam pengantarnya bahwa belajar tidak mengenal batas, siapapun, di mana pun dan sampai kapan pun kita harus tetap melakukannya.</span></p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Bayu yang kesehariannya bergelut dengan dunia kewartawanan di eramuslim.com tampaknya menemukan makna pembelajaran dari sudut pandang fenomenologis. Melihat dari suatu kejadian yang merupakan paralel dengan kejadian lainnya. Tak heran buku ini merupakan pengalaman individual yang mampu bertutur secara universal.</p>
<p>Buku ini terbagi menjadi enam bagian. Bagian pertama berjuluk Keluarga Cinta, Permata Surgawi kemudian dilanjutkan bagian kedua Menghirup Udara Kejujuran, bagian ketiga Tangan Malaikat, Keringat Nabi, bagian keempat Menghadirkan Tuhan dalam Kerja, kelima Butir-butir Mutiara Hikmah, dan bagian terakhir mengusung tema Kisah-kisah<br />
Penghuni Langit.</p>
<p>Buku ini dimulai dengan bercerita tentang bagaimana belajar memaknai hidup melalui keluarga terutama ibu, sebagai tahapan pertama pembelajaran kehidupan manusia. Dan buku ini pun diakhiri dengan sebuah kata-kata manis &#8220;…Aih Kang Adi, bolehkah aku menjadi muridmu?&#8221;. Sebuah kata-kata agung yang menuntun kita untuk terus menerus menempatkan diri dalam posisi murid (pembelajar).</p>
<p>Agaknya membaca buku ini tak akan membuat dahi anda berkerut ataupun mata memerah, justru anda akan sering menghela napas panjang, mata meleleh, sambil bergumam &#8220;ternyata kehidupan memberi banyak pelajaran bagi yang mau belajar memaknainya&#8221;.</p>
<p><em>Mari ikat ilmu dengan membaca buku dan menuliskannya!</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=37&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/18/school-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/school-of-life.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengolok Ke-Mahasiswa-an STAN</title>
		<link>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/16/34/</link>
		<comments>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/16/34/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 02:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fazlurrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[STAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/16/34/</guid>
		<description><![CDATA[tulisan lama, pernah di publikasikan di koran civitas dan civitas-stan.com Mahasiswa takut dengan dosen Dosen takut dengan dekan Dekan takut dengan rektor Rektor takut dengan menteri Menteri takut dengan presiden Presiden takut dengan mahasiswa (Taufik Ismail, Takut ’66, Takut ’98) Puisi Taufik Ismail ini sungguh sangat menggelikan sekaligus menggetarkan dada saya ketika menyadari betapa mahasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=34&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>tulisan lama, pernah di publikasikan di koran civitas dan civitas-stan.com</em></p>
<blockquote>
<p align="center"><em>Mahasiswa takut dengan dosen<br />
</em><em>Dosen takut dengan dekan<br />
</em><em>Dekan takut dengan rektor<br />
Rektor takut dengan menteri<br />
Menteri takut dengan presiden<br />
Presiden takut dengan mahasiswa<br />
</em><br />
(Taufik Ismail, Takut ’66, Takut ’98)</p></blockquote>
<p><img src="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/3way_tongue_curl.jpg?w=490" align="left" border="2" hspace="2" vspace="2" />Puisi Taufik Ismail ini sungguh sangat menggelikan sekaligus menggetarkan dada saya ketika menyadari betapa mahasiswa ternyata menempati posisi terhormat dalam relasi kekuasaan. Walaupun pada awalnya menempati posisi terendah dalam rantai ”takut” (intern kampus) namun justru menempati posisi tertinggi dalam perpolitikan kenegaraan (ekstern kampus). Tak aneh banyak ”label” yang khusus disematkan kepada mahasiswa. Agent of change lah, agent of social, pilar kelima demokrasi, penggerak lokomotif perubahan dan lain-lainnya. Menambah heroik status kemahasiswaan. Walaupun ketika melihat kenyataan saat ini tak semua mahasiswa mengambil jalan itu, meski bisa. Saya berasumsi bahwa di zaman sekarang – reformasi – dunia kemahasiswan mempunyai momentum untuk bangkit.<br />
<span id="more-34"></span></p>
<p>Namun ada kegetiran tersendiri ketika membawa konteks kemahasiswaan ini ke dalam kampus STAN. Dunia kemahasiswaan yang penuh dengan idealisme ternyata hanya berakhir dalam wacana dan perbincangan-perbincangan di diskusi panel, seminar, kuliah umum saja ataupun paling banter hanya mampir sebentar di ruang publik semisal pamflet, spanduk maupun tulisan di koran kampus.</p>
<p>Untuk merefleksikan hal tersebut saya akan mencoba memodifikasi puisi Taufik Ismail di atas menjadi :</p>
<blockquote><p><em>Mahasiswa takut dengan dosen</em><br />
<em> Mahasiswa takut dengan sekretariat</em><br />
<em> Mahasiswa takut dengan direktur</em><br />
<em> Mahasiswa takut dengan menteri</em><br />
<em> Mahasiswa takut dengan presiden</em></p></blockquote>
<p>Masih terekam dengan jelas dalam ingatan, ketika mengikuti DINAMIKA. Saat ribuan mahasiswa baru larut dalam nuansa idealisme yang sangat kental. Walaupun kepala plontos dan penuh bentakan namun ada sebuah pencerahan tersendiri ketika tumbuh sebuah kesadaran bahwa mahasiswa identik dengan sosok yang idealis, kritis dan intelek. Acara yang diadakan oleh BEM ini benar-benar berisi asupan segar tentang apa-apa yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang mahasiswa. Namun yang terjadi selama 3 tahun menjadi mahasiswa STAN, saya melihat acara ini tak ubahnya menjadi sebuah seremonial belaka atau lebih tepat rutinitas yang berubah menjadi tradisi. Pendapat ini tentunya tak berlebihan ketika menyadari bahwa tak ada perubahan yang signifikan di kampus. Terlebih bagi pihak-pihak yang bertanggungjawab menggerakkan idealisme di kampus. Yang terjadi mahasiswa STAN menjadi penganut pragmatisme, sebuah ide (falsafah) sebagai lawan dari idealisme. Sosok yang apatis dan nrima ing pandum. Apalagi ditumbuhkan keyakinan – oleh masyarakat kampus – bahwa kuliah di STAN gratis maka yang ada hanyalah melaksanakan kewajiban dan menuntut hak adalah sebuah hal yang tabu.</p>
<p>Sungguh sangat memilukan ketika saya bersama anggota masyarakat lainnya turut dalam antrean pembeli BBM menjelang kenaikan 1 Oktober 2005. Di saat semua elemen mahasiswa bergerak menyuarakan penolakan, mahasiswa STAN harus sembunyi-sembunyi ikut aksi menentang kenaikan BBM – mungkin, sekali lagi mungkin agar tak dikirimi paket banci – karena dilarang Direktur. Masih segar dalam ingatan saya ketika mahasiswa STAN bergabung dengan ribuan mahasiswa lainnya menentang kenaikan BBM saat era Megawati (1 Januari 2003). Ataupun saat beberapa mahasiswa STAN menjadi korban penyerangan aparat saat aksi menentang vonis bebas Akbar Tanjung (2004). Dan ketika membaca catatan-catatan sejarah kemahasiswaan STAN, era 1998 pun tak dilewatkan oleh mahasiswa STAN. Bahkan mimbar bebas pernah dilakukan di STAN (Majalah Purnawarman). Mengapa sekarang dunia kemahasiswaan STAN menjadi sunyi ?.</p>
<p>Kemahasiswaan STAN menurut saya sudah berada di ujung kritis. Melihat bahwa pola ABS (Asal Bapak Senang) pun dipraktekkan di sini. Asal Direktur melarang, pun mahasiswa tak kuasa menolak. Dan ini memang warisan yang tak ternilai dari sejarah birokrasi kita. Sungguh menggelikan ketika mendengar cerita dari seorang teman mahasiswa, ketika menjelang kunjungan Menteri Keuangan, Direktur STAN membriefing perwakilan kelas untuk jangan mempertanyakan hal-hal sensitif apalagi isu reshuffle kabinet yang menyangkut Menkeu. Duh, gusti.Kekesalan ini tak kunjung hilang ketika mengetahui tak ada reaksi apa-apa dari masyarakat kampus ketika Direktur terindikasikan melakukan penyelewengan dan masuk dalam list KPK (walaupun akhirnya belum terbukti). Bagaimana dengan indikasi seorang dosen di Pajak yang ’meminta’ uang jutaan rupiah agar kelas-kelas yang diajarnya lolos DO. Ataupun indikasi pungli saat pengambilan buku oleh oknum sekretariat. Indikasi komersialisasi gedung oleh pejabat struktural. Indikasi penyelewengan uang mahasiswa dalam pembuatan parkir motor. Indikasi penyelewengan uang mahasiswa di fitness center. Termasuk indikasi soal ujian spesialisasi yang bocor karena menyogok sekretariat. Ataupun indikasi mahasiswa titipan yang lolos masuk STAN dengan membayar sekian rupiah. Ini hanyalah beberapa contoh dan masih banyak hal yang lain yang tak tercatat.</p>
<p>Lantas dimana gigi lembaga-lembaga kampus ? Badan Eksekutif Mahasiswa yang mempunyai presiden mahasiswa – mestinya statusnya lebih tinggi dari direktur di hadapan mahasiswa – harusnya tak sekadar menjadi tempat peminjaman barang dan pelaksana kegiatan. Ataupun Badan Legislatif Mahasiswa yang punya perwakilan di seluruh kelas – sebagai fasilitator aspirasi rakyat kampus – tak lebih menjadi penyelenggara rutinitas pemira. Ataupun Media Center STAN – sebagai watchdog (anjing penjaga) kehidupan kampus – tak ubahnya seperti kucing saja alias beraninya main kucing-kucingan. Saya mencoba berpretensi saja, walaupun saya yakin lembaga-lembaga kampus yang saya sebutkan sudah berupaya, namun itupun belum cukup.</p>
<p>Begitupun juga dengan lembaga mahasiswa ekstern kampus semisal HMI, KAMMI, GEMA PEMBEBASAN, dll. Mengapa ketika menyuarakan isu-isu ekstern kampus (kenegaraan) namun ketika berhadapan dengan isu kampus justru melempem. Lihatlah ketika menyuarakan anti korupsi di luar kampus begitu menggebu-gebu namun ketika kasus itu terjadi di depan mata (kampus). Sungguh sebuah hal yang aneh.</p>
<p>Saya hanya ingin menyadur cerita dari pidato pengukuhan guru besar Amien Rais yang berasal dari buku Power and Powerless (John Gaventa: 1980). Bahwa ilmuwan politik Amerika, John Gaventa pernah mengadakan penelitian di lembah pegunungan Appalachia Tengah, AS. Daerah ini sebenarnya kaya batubara yang diproduksi dan dieksploitasi oleh perusahaan tambang raksasa. Tetapi menurut perkiraan, penduduknya miskin sekali. Sekitar 70 % hidup di bawah garis kemiskinan. Dan 30 % menganggur. Tak ayal lagi, Appalachia menjadi kantung kemiskinan di negara adidaya dan kapitalis ini.</p>
<p>Di daerah ini, Gaventa meneliti konflik kepentingan perusahaan tambang dengan hak-hak warga yang diabaikan. Seorang Pak Tua, seorang pensiunan pekerja tambang diwawancarai. Gaventa ingin menyadarkan Pak Tua tersebut akan hak-haknya yang direbut paksa oleh perusahaan tambang ini. Termasuk ”ketidakadilan” yang terjadi. Perusahaan ini ternyata telah mengubah kampung Pak Tua ini menjadi bopeng carut marut dan hanya dikenai pajak rendah. Sedangkan Pak Tua turut menjadi korban karena menderita penyakit paru-paru akibat pekerjaannya di tambang sedang tidak mendapat kompensasi.</p>
<p>Gaventa mengajak Pak Tua untuk memperjuangkan haknya menuntut perusahaan kaya-raya dari London itu. Namun, Pak Tua terdiam saja. Dalam hatinya mungkin bergumam ”saya lebih tahu banyak dari anda tentang ketimpangan dan ketidakadilan dan saya lebih mengalaminya”. Karenanya Pak Tua tak bergeming dengan ajakan pemberdayaan oleh Gaventa. Pak Tua tak mau menyambut ajakan Gaventa. Entah karena takut atau bahkan sudah tak peduli lagi.</p>
<p>Bukan main kepalang heran Gaventa bahwa di negeri adidaya Amerika Serikat – yang menganut kebebasan demokrasi – masih ada orang yang tidak mau memperjuangkan haknya. Mengapa organisasi-organisasi aktivis di sekitarnya yang dahulu dikenal aktif memperjuangkan idealisme sekarang menjadi pasif dan menerima status quo ? Mengapa masyarakat walaupun didzalimi, disakiti ataupun diinjak-injak keadilannya tidak melawan ataupun memberontak ?</p>
<p>Dari sini muncul sebuah adagium Powerlessness tends to corrupt and absolute powerlessness tends corrupts absolutely sebagai bentuk modifikasi dari ucapan Lord Acton, Power tends to corrupt and absolute power tends corrupts absolutely (Amien Rais : Kuasa, Tuna Kuasa dan Demokratisasi Kekuasaan). Bahwa penyelewengan oleh penguasa tak hanya terjadi ketika penguasa berlaku otoriter namun juga terjadi ketika rakyat (masyarakat) – sebagai obyek kekuasaan – tidak tergerak untuk melakukan perlawanan.</p>
<p>Tak berbeda dengan kampus STAN. Mahasiswa sekarang berada di wilayah powerlessness. Atau meminjam istilah Emha Ainun Najib sebagai bolo dhupakan. Berada di posisi yang selalu harus kalah. Dengan siapa saja. Dengan dosen, karena dosen punya senjata ampuh nilai D. Dengan sekretariat, karena punya seabrek peraturan kemahasiswaan yang tidak boleh dilanggar. Apalagi dengan Direktur, punya senjata pamungkas DO yang selalu digunakan untuk membungkam aktivis kampus. Dan ketika kita memang sedemikian takutnya dengan hal-hal itu. Maka sekali lagi meminjam istilah Emha kita tak ubahnya seperti Togog dalam dunia pewayangan. Siapapun kita, berapa pun jumlah kita. Di zaman apapun kita hidup. Dan sampai kapanpun kita adalah <em>Togog</em>. Dan hobi permanen kita hanyalah membolak-balik kisah-kisah perjuangan idealisme dan membicarakannya saja, sampai hari ini, sampai saat membaca tulisan ini. Bukan menjadi pelakunya.</p>
<p>Saya yakin banyak teman-teman kampus – mahasiswa, alumni, dosen, karyawan – yang merindukan terciptanya kehidupan yang lebih baik di kampus STAN. Dan teman-teman mungkin adalah orang-orang yang lebih merasa tidak diadilkan oleh sistem maupun pelakunya di STAN daripada saya. Namun saya takut ketika teman-teman sudah menjadi Pak Tua di Appalachia ataupun menjadi Togog atau men-Togog-kan diri.Karena ketika keadaan ini terus menerus seperti ini. Yang terjadi adalah pewarisan sejarah, like produces like. Keadaan seperti ini akan melahirkan keadaan seperti ini pula di masa mendatang. Tentunya saya tidak berharap teman-teman kampus memberontak dan melawan atasan. Namun perlu ditumbuhkan saluran-saluran yang saling memberdayakan antara satu sama lain. Mahasiswa tak lagi menjadi obyek namun lebih bisa berperan menjadi subyek. Agar reformasi yang didengungkan di semua bidang juga menjangkau di wilayah kampus jurangmangu ini. Tak hanya nrima ing pandum dan menyerah pada keadaan dan menjadi pengingat ketika atasan ataupun pelaksana sistem tak menjalankan amanah dengan baik</p>
<p>Saat tulisan ini dimuat (semoga tak disensor) bisa jadi teman-teman kampus masih sibuk dengan urusannya sendiri. Mahasiswa harus mati-matian mempertahankan IPnya dengan melobi dosen bonus ataupun tetap nrima ing pandum, dosen masih sibuk cari tambahan penghasilan hingga telat ngajar, alumni pun masih bangga dengan kebesaran namanya, karyawan (pegawai sekretariat) pun memilih diam karena takut di DP3. Dan tulisan ini pun harus berakhir di tangan editor pers kampus ataupun jadi alas tempat duduk dan berakhir di tong sampah.</p>
<p>Kalah tak harus berarti harus jadi kalah-kalahan.</p>
<p>Tangerang, 29 Nopember 2005 03:30, sebuah catatan tentang cacatan</p>
<p>* pernah dipublikasikan dalam Koran Civitas</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fazlurrahman.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fazlurrahman.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fazlurrahman.wordpress.com&amp;blog=446419&amp;post=34&amp;subd=fazlurrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fazlurrahman.wordpress.com/2007/03/16/34/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b4d3c1ac4bca4f09535b2c1c6ff8607b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fazlurrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fazlurrahman.files.wordpress.com/2007/03/3way_tongue_curl.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
